Hidup adalah Ibadah

lihat, pahami, resapi, tulis...

Minggu, 24 Februari 2013

Film Habibie Ainun Tangiskan Penonton


                                        Film Habibie Ainun Tangiskan Penonton
(Naskah ini pernah dikirimkan di Koran Surya)
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/7/74/Habibie_Ainun_Poster.jpg/230px-Habibie_Ainun_Poster.jpg
Kamis, 20 – 12- 2012 adalah tanggal yang unik sekaligus tanggal premiere film Habibie & Ainun yang diadaptasi dari buku best seller yang ditulis oleh B. J Habibie ini. Film yang diperankan oleh Reza Rahardian sebagai B.J Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun memang menyedot perhatian masyarakat Indonesia.
Malam itu saya dan teman-teman berniat menonton Film ini di City Of Tomorrow Surabaya yang jam tayangnya pukul 19.30. Saya sampai di bioskop pukul 18.30 namun semua tiket sudah ludes, tinggal yang pukul 21.55 itupun tinggal 4 kursi dan terpecah ( tidak berdampingan ). Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk menonton di Surabaya Town Square, akhirnya kami mendapatkan tiket meski duduk di seat yang agak bawah.
Awal Film yang ber-setting tahun 60-an membuat penonton benar-benar merasakan suasana Indonesia pada masa Presiden Soeharto saat itu, aneka konflik yang diceritakan juga dirasakan memang terjadi pada masa itu. Namun pada saat 1,5 jam film diputar, terdengar isakan tangis dari penonton kanan kiri saya, lalu merambat satu studio dibuat menangis karenanya, isakan itu terdengar jelas, iseng iseng saya mendongak ke arah atas bangku penonton, ternyata memang banyak penonton yang meneteskan air mata saking terharunya.
Film ini menceritakan tentang kisah cinta Pak Habibie dan Ibu Ainun hingga akhir hayat Ibu Ainun, betapa pengorbanan, perhatian, kasih sayang, dan kesetiaan menjadi dasar dari rumah tangga mereka. Film ini juga mengajak penonton untuk mencintai negerinya, betapa karya anak bangsa sangat dibutuhkan untuk memajukan Indonesia. Untuk yang belum nonton, silahkan pergi ke bioskop dan datang lebih awal agar kebagian tiket, serta jangan lupa membawa tisu untuk menghapus tangis.

Oleh                : Ranny Setya Rizkita
Mahasiswi jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar